Monday, 29 February 2016

Kerajinan Tekstil Tradisional Indonesia

By Lanny Maelanny   Posted at  08:55   Prakarya dan Kewirausahaan No comments

Kerajinan Tekstil Tradisional Indonesia

 Karya kerajinan tekstil tradisional Indonesia, secara fungsi dapat dibagi
sebagai berikut.
1) Sebagai pemenuhan kebutuhan sandang yang melindungi tubuh, seperti
kain panjang, sarung dan baju daerah
2) Sebagain alat bantu atau alat rumah tangga, seperti kain gendongan bayi
dan untuk membawa barang
3) Sebagai alat ritual (busana khusus ritual tradisi tertentu), contohnya,
a) Kain tenun Ulos
b) Kain pembungkus kafan batik motif doa
c) Kain ikat celup Indonesia Timur (penutup jenazah)
d) Kain Tapis untuk pernikahan masyarakat daerah Lampung
e) Kain Cepuk untuk ritual adat di Pulau Nusa Penida
f ) Kain Songket untuk pernikahan dan khitanan
g) Kain Poleng dari Bali untuk acara ruwatan (penyucian)





 Melalui perdagangan dengan bangsa Gujarat, keberadaan kain Patola tersebar
luas di kepulauan Nusantara. Kain Patola umumnya hanya dimiliki oleh
kalangan terbatas. Penduduk setempat yang telah memiliki keterampilan
menenun pun mencoba mereproduksi kain yang sangat berharga tersebut
dengan tenun ikat pakan. Di Maluku, kain ini sangat dihargai dan dikenakan
dengan cara dililitkan di pinggang atau leher.

Para penenun di Nusa Tenggara
Timur mengembangkan corak kain tenun yang dipengaruhi oleh corak yang
terdapat pada kain Patola, dengan corak yang berbeda untuk raja, pejabat, dan
kepala adat dalam jumlah yang sangat terbatas dan hanya dikenakan pada
upacara–upacara adat. Kain Patola dari Lio NTT ini ada yang dibuat sepanjang
4 meter yang disebut katipa berfungsi sebagai penutup jenazah.



Kain tradisional Indonesia dibuat dengan ketekunan, kecermatan yang teliti
dalam menyusun ragam hias, corak warna maupun maknanya. Akibatnya, kain
Indonesia yang dihasilkan mengundang kekaguman dunia internasional karena
kandungan nilai estetikanya yang tinggi.

kwu



Kerajinan dan Wirausahaan Tekstil

By Lanny Maelanny   Posted at  08:33   Prakarya dan Kewirausahaan No comments

Pengertian kata tekstil

Pengertian kata tekstil adalah jalinan antara lungsin dan pakan atau dapat dikatakan
sebuah anyaman yang mengikat satu sama lain, tenunan dan rajutan. Tekstil
dapat ditemukan pada kehidupan sehari-hari, yaitu kain biasa digunakan untuk
pakaian sebagai kebutuhan sandang, sprei pelapis tempat tidur dan sarung bantal,
taplak meja, kain yang dijahit menjadi tas dan produk kerajinan lainnya.




Kerajinan tekstil di Indonesia dapat dibagi menjadi kerajinan tekstil modern
dan kerajinan tekstil tradisional. Kerajinan tekstil modern banyak digunakan untuk
memenuhi kebutuhan praktis atau fungsional, sedangkan kerajinan tekstil
tradisional umumnya memiliki makna simbolis dan digunakan juga untuk kebutuhan
upacara tradisional. Perkembangan saat ini para perancang atau desainer
mulai memanfaatkan kembali kain tradisional Indonesia pada karya-karyanya. Para
perancang atau desainer berusaha mengembangkan ide dari tekstil Indonesia
agar menjadi lebih dikenal luas di masyarakat, baik di Indonesia maupun di dunia.

Kerajinan atau dalam bahasa Inggris kita kenal dengan handicraft, dapat dipahami
sebagai produk yang menuntut keterampilan tangan. Produk kerajinan adalah
produk yang dihasilkan melalui keterampilan tangan dan keterampilan berpikir
dalam mengolah suatu bahan atau material sehingga menghasilkan estetika atau
keindahan sekaligus fungsi tertentu. Produk kerajinan memiliki nilai yang tinggi
karena menuntut kemampuan berkarya menggunakan keterampilan tangan, baik
tanpa menggunakan alat bantu maupun dengan menggunakan alat bantu sederhana.

Prakarya kerajinan akan mengajak kita mengenali karakter material dan teknik
pengolahannya untuk menghasilkan estetika atau keindahan. Pemahaman
tentang seluk beluk suatu kerajinan akan membuat kita dapat mengapresiasi dan
menghargainya. Pada kerajinan, keterampilan tangan harus disertai dengan
ketelitian, kesungguhan, dan kesabaran dalam melakukan prosedur atau
tahap-tahap pengerjaan produk agar dapat dihasilkan produk yang baik dan
berkualitas. Kerajinan pada prosesnya melibatkan sekumpulan orang yang bekerja
bersama dengan penuh toleransi, dan semangat kebersamaan. Kerajinan umumnya
dihasilkan dari material yang khas dari daerah tersebut.

Pengembangan kerajinan dapat didukung oleh penciptaan alat bantu sederhana
yang baru, sistem kerja yang tepat yang mendukung kelestarian lingkungan,
kemasan yang baik serta informasi yang lengkap tentang produk kerajinan
tersebut. Sehingga kerajinan diapresiasi dengan lebih baik lagi oleh masyarakat
luas. Kerajinan yang berkualitas, mengangkat kekhasan daerah, dan dilakukan
oleh masyarakatnya memiliki nilai jual yang tinggi, dan dapat dimanfaatkan untuk
lingkungan dan kesejahteraan bersama.

Wirausahaan

Metode Pembelajaran

By Lanny Maelanny   Posted at  08:27   Prakarya dan Kewirausahaan No comments


Pengalaman belajar yang paling efektif adalah apabila peserta didik/seseorang
mengalami/berbuat secara langsung dan aktif di lingkungan belajarnya.
Pemberian kesempatan yang luas bagi peserta didik untuk melihat, memegang,
merasakan, dan mengaktifkan lebih banyak indra yang dimilikinya, serta
mengekspresikan diri akan membangun pemahaman pengetahuan, perilaku,
dan keterampilannya. Oleh karena itu, tugas utama pendidik/guru adalah mengondisikan
situasi pengalaman belajar yang dapat menstimulasi atau merangsang
indra dan keingintahuan peserta didik. Hal ini perlu didukung dengan
pengetahuan guru akan perkembangan psikologis peserta didik dan kurikulum
di mana keduanya harus saling terkait. Saat pembelajaran, guru hendaknya
peka akan gaya belajar peserta didik di kelas. Dengan mengetahui gaya belajar
peserta didik di kelas secara umum, guru dapat menentukan strategi pembelajaran
yang tepat.

Pendidik/guru hendaknya menyiapkan kegiatan belajar mengajar
yang melibatkan mental peserta didik secara aktif melalui beragam kegiatan,
seperti: kegiatan mengamati, bertanya/ mempertanyakan, menjelaskan, berkomentar,
mengajukan hipotesis, mengumpulkan data, dan sejumlah kegiatan
mental lainnya. Guru hendaknya tidak memberikan bantuan secara dini dan
selalu menghargai usaha peserta didik meskipun hasilnya belum sempurna.
Selain itu, guru perlu mendorong peserta didik supaya berbuat/berpikir lebih
baik, misalnya melalui pengajuan pertanyaan menantang yang ‘menggelitik’
sikap ingin tahu dan sikap kreativitas peserta didik.
Dengan cara ini, guru selalu mengupayakan agar peserta didik terlatih dan terbiasa menjadi pelajar
sepanjang hayat.
Beberapa model pembelajaran yang dapat membuat peserta didik aktif dan
dapat dijadikan acuan pengajaran keterampilan di kelas, antara lain seperti
berikut.

1. Model Pembelajaran Kolaborasi

Pembelajaran kolaborasi (collaboration learning) menempatkan peserta didik
dalam kelompok kecil dan memberinya tugas di mana mereka saling membantu
untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan kelompok. Dukungan sejawat,
keragaman pandangan, pengetahuan dan keahlian sangat membantu mewujudkan
belajar kolaboratif. Metode yang dapat diterapkan antara lain mencari
informasi, proyek, kartu sortir, turnamen, tim quiz.

2. Model Pembelajaran Individual

Pembelajaran individu (individual learning) memberikan kesempatan kepada
peserta didik secara mandiri untuk dapat berkembang dengan baik sesuai
dengan kebutuhan peserta didik. Metode yang dapat diterapkan antara lain
tugas mandiri, penilaian diri, portofolio, galeri proses.

3. Model Pembelajaran Teman Sebaya

Beberapa ahli percaya bahwa satu mata pelajaran benar-benar dikuasai hanya
apabila seorang peserta didik mampu mengajarkan kepada peserta didik lain.
Mengajar teman sebaya (peer learning) memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk mempelajari sesuatu dengan baik. Pada waktu yang sama, ia
menjadi narasumber bagi temannya. Metode yang dapat diterapkan antara
lain: pertukaran dari kelompok ke kelompok, belajar melalui jigso (jigsaw), studi
kasus dan proyek, pembacaan berita, penggunaan lembar kerja, dll.

4. Model Pembelajaran Sikap

Aktivitas belajar afektif (affective learning) membantu peserta didik untuk
menguji perasaan, nilai, dan sikap-sikapnya. Strategi yang dikembangkan
dalam model pembelajaran ini didesain untuk menumbuhkan kesadaran akan
perasaan, nilai dan sikap peserta didik. Metode yang dapat diterapkan antara
lain: mengamati sebuah alat bekerja atau bahan dipergunakan, penilaian diri
dan teman, demonstrasi, mengenal diri sendiri, posisi penasihat.

5. Model Pembelajaran Bermain

Permainan (game) sangat berguna untuk membentuk kesan dramatis yang
jarang peserta didik lupakan. Humor atau kejenakaan merupakan pintu pembuka
simpul-simpul kreativitas. Dengan latihan lucu, tertawa, atau tersenyum,
peserta didik akan mudah menyerap pengetahuan yang diberikan. Permainan
akan membangkitkan energi dan keterlibatan belajar peserta didik. Metode
yang dapat diterapkan antara lain: tebak gambar, tebak kata, tebak benda
dengan stiker yang ditempel di punggung lawan, teka-teki, sosio drama, dan
bermain peran.

6. Model Pembelajaran Kelompok

Model pembelajaran kelompok (cooperative learning) sering digunakan pada
setiap kegiatan belajar-mengajar karena selain hemat waktu juga efektif, apalagi
jika metode yang diterapkan sangat memadai untuk perkembangan peserta
didik. Metode yang dapat diterapkan antara lain proyek kelompok, diskusi
terbuka, bermain peran.

7. Model Pembelajaran Mandiri

Model pembelajaran mandiri (independent learning) peserta didik belajar atas
dasar kemauan sendiri dengan mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki
dengan memfokuskan dan merefleksikan keinginan. Teknik yang dapat diterapkan
antara lain apresiasi-tanggapan, asumsi presumsi, visualisasi mimpi atau imajinasi,
hingga cakap memperlakukan alat/bahan berdasarkan temuan sendiri
atau modifikasi dan imitasi, refleksi karya, melalui kontrak belajar, maupun
terstruktur berdasarkan tugas yang diberikan (pertanyaan-inquiry, penemuandiscovery,
penemuan kembali-recovery).

8. Model Pembelajaran Multimodel

Pembelajaran multimodel dilakukan dengan maksud akan mendapatkan hasil
yang optimal dibandingkan dengan hanya satu model. Metode yang dikembangkan
dalam pembelajaran ini adalah proyek, modifikasi, simulasi, interaktif,
elaboratif, partisipatif, magang (cooperative study), integratif, produksi, demonstrasi,
imitasi, eksperiensial, kolaboratif.

Prinsip prakarya dan kewirausahaan

By Lanny Maelanny   Posted at  08:26   Prakarya dan Kewirausahaan No comments



Prinsip prakarya dan kewirausahaan adalah karya yang mempunyai nilai keterjualan
oleh karenanya karya tersebut harus memenuhi standar pasar, yaitu:
menyenangkan pembeli, nilai kemanfaatan, kreatif serta bertanggungjawab
terhadap ciptaannya berdasarkan logika matematis maupun pengetahuan
estetis. Secara garis besar dapat dilakukan melalui:
- Mengamati lingkungan sekitar baik fisik maupun pasar yang menjadi bahan
eksplorasi (pencarian), eksperimentasi (percobaan) dan eksperiensi (memperoleh
pengalaman), melalui kegiatan melihat, membaca, mendengar,
mencermatinya, meneliti berbagai objek alami maupun buatan (artifisial)
dengan kunjungan lapangan, kajian pustaka, dan mencipta karya visual;
- Mendorong keingintahuan peserta didik setelah melakukan pengamatan
berbagai gejala alami, artifisial maupun sosial dengan merumuskan
pertanyaan berdasarkan kaitan, pengaruh, dan kecenderungannya;
- Mengumpulkan data dan menciptakan karya dengan merumuskan daftar
pertanyaan berdasarkan hasil identifikasi, menentukan indikator keterjualan,
kelayakan penampilan (estetik-ergonomis) dengan melakukan wawancara
dan atau mengeksplorasi alam dan gejala preferensi pasar (marketable)
sebagai inspriasi menciptakan karya;
- Menampilkan kembali hasil ciptaannya secara oral dan karya secara protofolio
berdasarkan hasil olahan secara pribadi, kelompok maupun projektif sehingga
mempunyai nilai keterjualan serta mempunyai wawasan pasar yang
sesuai dengan lingkungan daerah maupun nasional.
- Merekonstruksi karya Prakarya secara teknologi, seni dan ekonomis (efisiensi
dan efektivitas) yang dapat dimanfaatkan untuk mengapresiasi karya
teknologi terbarukan dan keterjualan.

Prinsip prakarya dan kewirausahaan

Ruang Lingkup Prakarya dan Kewirausahaan

By Lanny Maelanny   Posted at  08:22   ruang lingkup kewirausahaan No comments

1. Kerajinan

Kerajinan dikaitkan dengan nilai pendidikan diwujudkan dalam prosedur pembuatan.
Prosedur memproduksi dilalui dengan berbagai tahapan dan beberapa
langkah yang dilakukan oleh beberapa orang. Kinerja ini menumbuhkan
wawasan, toleransi sosial serta social corporateness memulai pemahaman karya
orang lain. Pembuat pola menggambarkan berdasarkan desain yang dikerjakan
oleh perancang gambar dilanjutkan dengan pewarnaan sesuai dengan warna
lokal (kearifan lokal). Semua itu merupakan proses berangkai dan membutuhkan
kesabaran dan ketelitian serta penuh toleransi. Jika salah seorang membuat
kesalahan, hasil akhir tidak akan seperti yang diharapkan oleh pembuat pola
dan motif hiasnya. Prosedur semacam ini memberikan nilai edukatif jika dilaksanakan
di sekolah. Kerajinan yang diproduksi maupun direproduksi dikemas
ulang dengan sistem teknologi dan ekosistem agar efektif dan efisien berdasarkan
potensi lingkungan yang ada.

2. Rekayasa

Rekayasa diartikan usaha memecahkan permasalahan kehidupan sehari-hari
dengan berpikir rasional dan kritis sehingga menemukan kerangka kerja yang
efektif dan efisien. Pengertian teknologi erat sekali dengan pembelajaran
mandiri, seperti menggoreng daging dengan lemaknya sendiri. Oleh karenanya,
konsep teknologi untuk mengembangkan diri dengan kemampuan diperoleh
dari belajar tersebut. Kata ‘rekayasa’ merupakan terjemahan bebas dari kata
engineering, yaitu perancangan dan rekonstruksi benda ataupun produk untuk
memungkinkan penemuan produk baru yang lebih berperan dan berguna.
Prinsip rekayasa adalah mendaur ulang sistem, bahan, dan ide yang disesuaikan
dengan perkembangan zaman (teknologi) terbarukan. Oleh karenanya, rekayasa
harus seimbang dan selaras dengan kondisi dan potensi daerah setempat
menuju karya yang mempunyai nilai jual yang tinggi.

3. Budidaya

Budidaya berpangkal pada cultivation, yaitu suatu kerja yang berusaha untuk
menambah, menumbuhkan, dan mewujudkan benda ataupun makhluk agar
lebih besar (tumbuh), dan berkembang (banyak). Kinerja ini membutuhkan
perasaan seolah dirinya (pembudidaya) hidup, tumbuh dan berkembang.
Prinsip pembinaan rasa dalam kinerja budidaya ini akan memberikan hidup
pada tumbuhan atau hewan. Namun, dalam bekerja, dibutuhkan sistem yang
berjalan rutinitas, seperti kebiasaan hidup orang: makan, minum, dan bergerak.
Maka, seorang pembudidaya harus memahami karakter tumbuhan atau hewan.
yang di’budidaya’kan. Konsep cultivation tampak pada penyatuan diri dengan
alam dan pemahaman tumbuhan atau binatang. Pemikiran ekosistem menjadi
langkah yang selalu dipikirkan keseimbangan hidupnya. Manfaat edukatif
budidaya adalah pembinaan perasaan, pembinaan kemampuan memahami
pertumbuhan, dan penyatuan dengan alam (echosystem) menjadikan anak dan
tenaga kerja yang berpikir sistematis, namun manusiawi dan penuh kesabaran.
Hasil budidaya tidak akan dapat dipetik dalam waktu singkat melainkan membutuhkan
waktu dan harus diawasi dengan penuh kesabaran. Bahan dan perlengkapan
teknologi budidaya sebenarnya dapat diangkat dari kehidupan
sehari-hari yang variatif karena setiap daerah mempunyai potensi kearifan yang
berbeda. Budidaya telah dilakukan oleh pendahulu bangsa ini dengan teknologi
tradisi, telah menunjukkan konsep budidaya yang memperhitungkan musim,
namun belum mempunyai standar ketepatan dengan suasana/iklim cuaca
maupun ekonomi yang sedang berkembang. Maka, pembelajaran prakaryabudidaya
diharapkan mampu menemukan ide pengembangan berbasis bahan
tradisi dengan memperhitungkan kebelanjutan materi atau bahan tersebut.

4. Pengolahan

Pengolahan artinya membuat, menciptakan bahan dasar menjadi benda
produk jadi agar dapat dimanfaatkan secara maslahat. Pada prinsipnya, kerja
pengolahan adalah mengubah benda mentah menjadi produk matang dengan
mencampur, atau memodifikasi bahan tersebut. Oleh karenanya, kerja pengolahan
menggunakan desain sistem, yaitu mengubah masukan menjadi keluaran
sesuai dengan rancangan yang dibuat. Sebagai contoh membuat makanan
atau memasak makanan; kinerja ini membutuhkan desain secara tepat dan
perasaan terutama indra perasa (lidah) dan indra pencium (bau-bauan) agar
sedap. Kerja ini akan melatih rasa dan kesabaran maupun berpikiran praktis
serta tepat. Kognisi untuk menghafalkan rasa bumbu, dan racikan yang akan
membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
Manfaat pendidikan teknologi pengolahan bagi pengembangan kepribadian
peserta didik adalah pelatihan rasa yang dapat dikorelasikan dalam kehidupan
sehari-hari. Pengolahan telah dilakukan oleh pendahulu bangsa kita dengan
teknologi tradisi yang sederhana, telah menunjukkan konsep pengolahan yang
aplikabel, namun belum mempunyai standar ketepatan dengan suasana/iklim
cuaca maupun ekonomi yang sedang berkembang. Maka pembelajaran
prakarya-budidaya diharapkan mampu menemukan ide pengembangan
berbasis bahan tradisi dengan memperhitungkan kebelanjutan materi atau
bahan tersebut.

Prinsip prakarya dan kewirausahaan 

kwu

Prakarya dan Kewirausahaan

By Lanny Maelanny   Posted at  08:19   Prakarya dan Kewirausahaan No comments


A. Pengertian Prakarya dan Kewirausahaan

Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan ( kwu ) dapat digolongkan ke dalam
pengetahuan transcience-knowledge, yaitu mengembangkan pengetahuan
dan melatih keterampilan kecakapan hidup berbasis seni, teknologi, dan
ekonomi. Pembelajaran ini berawal dengan melatih kemampuan ekspresikreatif
untuk menuangkan ide dan gagasan agar menyenangkan orang lain,
dan dirasionalisasikan secara teknologis sehingga keterampilan tersebut
bermuara apresiasi teknologi terbarukan, hasil ergonomis dan aplikatif dalam
memanfaatkan lingkungan sekitar dengan memperhatikan dampaknya terhadap
ekosistem, manajemen, dan ekonomis.

B. Rasional Prakarya dan Kewirausahaan (kwu)

Kehidupan dan berkehidupan manusia membutuhkan keterampilan tangan
untuk memenuhi standar minimal dan kehidupan sehari-hari sebagai kecakapan
hidup. Keterampilan harus menghasilkan karya yang menyenangkan bagi dirinya
maupun orang lain serta mempunyai nilai kemanfaatan yang sesungguhnya.
Maka, pelatihan berkarya dengan menyenangkan harus dimulai dengan
memahami estetika (keindahan) sebagai dasar penciptaan karya selanjutnya.
Pelatihan mencipta, memproduksi, dan memelihara karya dalam memperoleh
nilai kebaruan (novelty) akan bermanfaat untuk kehidupan manusia selanjutnya.
Prinsip mencipta, yaitu memproduksi (membuat) dan mereproduksi (membuat
ulang) diharapkan meningkatkan kepekaan terhadap kemajuan zaman sekaligus
mengapresiasi teknologi kearifan lokal yang telah mampu mengantarkan
manusia Indonesia mengalami kejayaan di masa lalu. Oleh karenanya, pembelajaran
Prakarya di tingkat sekolah lanjutan pertama didahului dengan
wawasan tentang kearifan lokal di lingkungan sekitar menuju teknologi terbarukan.
Pembelajaran dimulai dengan memahami fakta, prosedur, konsep
maupun teori yang ada melalui studi perorangan, kelompok maupun projek
agar memberi dampak kepada pendidikan karakter yang berupa kecerdasan
kolektif. Hasil pembelajaran melalui eksplorasi alami maupun buatan (artificial)
ini akan memanfaatkan sebagai media sekaligus bahan pelajaran.

C. Tujuan Prakarya dan Kewirausahaan (kwu)

Tujuan Prakarya dan Kewirausahaan (kwu) dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Memfasilitasi peserta didik berekspresi kreatif melalui keterampilan teknik
berkarya ergonomis, teknologi, dan ekonomis.
2. Melatih keterampilan mencipta karya berbasis estetika, artistik, ekosistem
dan teknologis
3. Melatih memanfaatkan media dan bahan berkarya seni dan teknologi
melalui prinsip kreatif, ergonomis, higienis, tepat-cekat-cepat, dan berwawasan
lingkungan
4. Menghasilkan karya yang siap dimanfaatkan dalam kehidupan, bersifat
pengetahuan maupun landasan pengembangan berdasarkan teknologi
kearifan lokal maupun teknologi terbarukan.
5. Menumbuhkembangkan jiwa wirausaha melalui melatih dan mengelola
penciptaan karya (produksi), mengemas, dan menjual berdasarkan prinsip
ekonomis, ergonomis, dan berwawasan lingkungan


Back to top ↑
Connect with Us

What they says

© 2013 Kewirausahaan. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.